Taman Serua Sawangan


Jalur Kendaraan Taman Serua
30 Mei 2008, 10:57 pm
Filed under: Layanan Umum | Tag: , , , , , , ,

Pertanyaan yang selalu muncul ketika baru mendengar nama suatu perumahan adalah, bagaimana akses kendaraan kesana? Apakah angkutan umum tersedia dari pagi hingga malam? Apakah ada jalur alternatif untuk kendaraan pribadi.

Perumahan Taman Serua dapat di akses dari Jalan Raya Parung lalu berbelok ke Jalan Raya Serua. Atau dapat juga melalui Pamulang masuk ke jalan Suryakencana melewati Reni Jaya dan Pamulang Elok. Lalu bagaimana jalur kendaraan ke Jakarta?

Kendaraan Umum
Dari Taman Serua dapat menggunakan ojek untuk menjangkau jalur angkutan umum/angkutan kota (angkot) terdekat. Angkot dapat dijumpai di pertigaan Serua atau di Reni Jaya. Di pertigaan serua ada angkot biru trayek Ciputat – Parung, atau ada juga jurusan Lebak Bulus – Parung. Sedangkan jika dari Reni jaya dapat menggunakan angkot putih jurusan Ciputat – Reni. Dapat pula menggunakan angkot putih jurusan Pamulang – Lebak Bulus.

Dari Ciputat tersedia bis Bianglala jurusan Ciputat – Gajah Mada(kota), bis Bianglala jurusan Ciputat – Pasar Senen, Koantas Bima 510 warna kuning jurusan Ciputat – Rambutan, Kowan Bisata 512 warna abu abu jurusan Ciputat – Pulo Gadung.

Dari Lebak Bulus tersedia lebih banyak lagi kendaraan umum dengan berbagai tujuan. Misalnya kopaja P20 (Lebak Bulus – Kuningan – Senen), kopaja 615 (Lebak Bulus – Prapanca – Blok M – Slipi), kopaja 86 (Lebah Bulus – Pondok Indah – Slipi – Grogol – Kota).

Jika rencana busway koridor IX sudah berjalan, akan ada alternatif kendaraan umum. Rencananya, koridor yang akan beroperasi Juni 2008 ini akan melalui Lebak Bulus – Pondok Indah – Kebayoran Lama – Arteri – Permata Hijau – Pos Pangumben – Kelapa Dua – Meruya – Kebun Jeruk – Kedoya – Daan Mogot – Grogol – Tomang – Harmoni.

Kendaraan Pribadi
Jika menggunakan kendaraan sendiri, secara garis besar dapat melalui jalur Lebak Bulus – Fatmawati – Blok M atau Lebak Bulus – Pondok Indah – Blok M.

Dari Taman Serua melalui pertigaan Serua lalu belok kiri ke arah Gaplek. Di perempatan Gaplek bisa berbelok kanan melalui Pondok Cabe – Cireundeu sampai ke Lebak Bulus. Atau jika bosan dengan kemacetan sepanjang jalan Pondok Cabe – Cireundeu, anda bisa lurus melalui Pasar Ciputat sampai ke Pasar Jumat – Lebak Bulus. Dulu pasar Ciputat dikenal sangat macet oleh angkot, tapi dengan pembangunan flyover yang rencananya beroperasi Agustus 2008 kemacetan di pasar Ciputat dapat dihindari.

Dari Lebak Bulus dapat mengambil jalur Fatmawati – Blok M – Sudirman – Thamrin. Atau jika berkantor di kuningan dapat melalui Fatmawati – Blok M – Santa/Blok S – Mampang – Gatot Subroto – Kuningan.

Selain melalui Fatmawati yang sering penuh dengan kopaja dan metro mini dapat melalui Pondok Indah – Radio Dalam – Blok M. Dari Blok M bisa dilanjutkan ke Sudirman – Thamrin atau ke Santa/Blok S – Mampang – Gatot Subroto – Kuningan.

Jika jalan Radio Dalam sedang ramai, biasanya pagi, anda bisa melalui Arteri Pondok Indah – Kebayoran Lama – Pakubuwono. Dari Pakubuwono bisa langsung ke Sudirman – Thamrin atau lurus ke arah Santa/Blok S – Mampang – Gatot Subroto – Kuningan.

Untuk yang berkantor di Kebun Jeruk, Kedoya atau Daan Mogot bisa melalui jalur Pondok ndah – Arteri – Kebayoran Lama – Permata Hijau – Jalan Panjang – Kebun Jeruk – Kedoya – Daan mogot. Atau jika berkantor di daerah Slipi, Tomang, Grogol dapat melewati Arteri – Kebayoran Lama – Permata Hijau – Senayan – Pal Merah – Slipi – Tomang – Grogol.

Jika bermaksud menghindari 3 in 1, bisa melewati Pondok Indah – Arteri – Kebayoran Lama – Permata Hijau – Senayan – Pal Merah – Pejompongan – Karet. Dari Karet bisa lurus untuk ke arah Sudirman, Kuningan. Atau berbelok ke kiri melalui Tanah Abang untuk menembus belakang Thamrin hingga sampai Harmoni.(ir/wp)

Iklan


Rumahmu, Impianmu
26 Mei 2008, 5:10 pm
Filed under: Rumah | Tag: ,

Setiap orang atau keluarga mempunyai gambaran sendiri tentang rumah impiannya. Karena waktu akan kita habiskan di rumah ini. Disini anak anak akan tumbuh. Bahkan di rumah ini pula masa tua akan dihabiskan.

Berbeda dengan membangun sendiri , ketika kita membeli rumah dihadapkan pada rumah yang sudah jadi. Rumah yang dibangun oleh pengembang(developer) dibuat sesuai dengan harapan pengembang dalam memenuhi kebutuhan pasar. Beberapa pengembang masih bisa berkompromi merubah bentuk/desain sesuai dengan keinginan kita.

Untuk memudahkan pemilihan rumah, luangkan waktu sejenak untuk menentukan rumah pilihan dalam sebuah pernyataan tujuan (sesuatu mirip dengan mission statement atau requirement definition). Tulis di selembar kertas kata kunci yang diinginkan. Dari kata kunci itu kemudian rangkai menjadi 1-2 kalimat. Kalimat ini dapat dijadikan acuan dalam memilih lokasi rumah maupun memilih bentuk dan tipe rumah.

Misalnya sebuah keluarga dengan anak usia tk/sd akan menulis kata kata seperti dekat sekolah, air dan udara bersih. Yang dirangkai menjadi “Rumah dekat sekolah dengan lingkungan yang masih sejuk”. Keluarga dengan anak balita mungkin akan menulis “Rumah dengan lahan luas di lingkungan yang sejuk dengan bentuk yang tidak bersekat sekat agar anak anak dapat bermain dengan aman“.

Keluarga dengan anak yang sudah bersekolah di tingkat menengah (smp/sma) menulis “Rumah dengan kamar lebih banyak dan dekat dengan lokasi kegiatan anak”. Seorang bujangan atau pasangan yang baru menikah akan menulis sesuatu seperti “Rumah dengan lahan yang masih luas agar dapat dikembangkan dikemudian hari”.

Kebutuhan keluarga dengan anak sekolah berbeda dengan kebutuhan rumah untuk yang masih bujang. Untuk itu pilihlah rumah sesuai dengan kebutuhan dan mimpi kita.(ir/wp)



Bandara (Internasional) Pondok Cabe
19 Mei 2008, 6:00 pm
Filed under: Layanan Umum | Tag: , ,

Bandara udara Pondok Cabe yang selama menjadi pangkalan militer dan latih tiba tiba menjadi bahan perbincangan media. Pada akhir April 2008, beberapa media menulis tentang rencana komerisialisasi bandara itu. Setidaknya berita ini muncul di Kompas, Tempo Interaktif (berita yang lain), Suara Pembaharuan, Bisnis Indonesia.

Selama ini bandara Pondok Cabe hanya menjadi pangkalan Skuadron 21/Sena Dinas Penerbangan Angkatan Darat (dispenerbad), dan Dinas Polisi Air dan Udara (polairut). Lahan yang dimiliki oleh Pertamina ini juga menjadi bengkel perawatan bagi pesawat dari perusahaan Pelita Air Service. Para penghobi olahraga dirgantara juga berlatih disini setiap akhir pekan.

Menurut Laksamana Sukardi, partner Aviation Agencies Australia di Indonesia yang juga pernah menjadi Direktur di Pelita Air, kelak Pondok Cabe akan seperti Senai International Airport di Malaysia. Sebagai perbandingan, landas pacu (runaway) yang ada di Pondok Cabe saat ini adalah 2300m sedangkan landas pacu di Senai mencapai 3350m. Lahan yang saat ini digunakan bandara hanya 116ha, bandingkan dengan Juanda yang luasnya mencapai 396ha atau sepersepuluh luas kecamatan Ciputat.

Jika rencana itu benar benar berjalan, maka akses dari dan ke Pondok Cabe harus menjadi perhatian utama. Jalan raya Cireundeu yang membentang dari Lebak Bulus hingga bandara saat ini hanya dapat dilalui 3 lajur kendaraan. Kemacetan yang terjadi setiap hari di ruas ini harus segera dicari solusinya. Banyaknya pertigaan yang ada di sepanjang jalur menjadi penyebab kemacetan setiap pagi dan sore hari.

Genangan air yang selalu muncul setiap kali hujan usai juga menjadi kendala. Titik titik genangan di depan toko serba ada Aneka Buana, pertigaan jalan Tarumanegara, depan TK Al Fath Cireundeu. Genangan ini terjadi karena sumbatan pada selokan air.

Pelebaran jalan sepertinya tidak mungkin, karena kanan-kiri jalan sudah penuh oleh ruang usaha. Sehingga akses yang mungkin hanyalah melalui pasar Ciputat yang akan segera beroperasi. Selain melalui Ciputat, akses tol melalui ruas Jagorawi – Cinere – Cinangka – Serpong (dalam pengembangan).

Beberapa perumahan yang berada di sekitar bandara dan akan merasakan langsung dampak pengembangan bandara antara lain Bukit Cireundeu, Pondok Payung Mas, Nerada, Vila Pondok Cabe, Pondok Cabe Indah. Lalu di sisi sebelah timur bandara ada perumahan Taman Geria Muliatama, Vila Bukit Raya, Bukit Moderen, Wismamas Pondok Cabe dan Grand Residence Pondok Cabe. Jika sekarang kabut pagi masih sering turun di Pondok Cabe, maka akan berubah menjadi asap dan deru mesin jet.

Proyek pengembangan bandara ini di danai oleh Aviation Agencies Australia (AAA) dengan model BOT(build operate transfer). Dengan model ini, AAA akan membangun dan mengembangkan bandara lalu mengoperasikan bandara selama 30-50th. Setelah masa kontrak selesai, bandara akan diserahkan kembali kepada pengelola awalnya. Departemen Perhubungan masih belum memberi keputusan dan masih terus mengkaji usulan peningkatan status bandara ini(ir/wp).