Taman Serua Sawangan


Fly over Gaplek
21 Mei 2013, 12:40 pm
Filed under: Layanan Umum | Tag: , , , , , , ,

perempatan-gaplek-tangerang-selatan-300x224Sebuah dokumen dari Dinas Bina Marga & Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan mengungkap proyek besar: Flyover Gaplek. Proyek pembangunan flyover di perempatan Gaplek ini diinisiasi oleh pemerintah pusat melalui Departemen Pekerjaan Umum sejak tahun 2012 untuk mengurangi beban kendaraan dan antisipasi pertumbuhan kendaraan di ruas Ciputat – Parung.

Perempatan Gaplek adalah persimpangan yang menghubungkan Pondok Cabe, Cirendue, Lebak Bulus ke arah utara; Cinangka, Bojongsari, Parung ke arah timur; Pamulang, Serpong ke arah selatan dan Ciputat, Lebak Bulus ke arah barat.

Departemen PU menganggarkan 160milyar untuk proyek ini. Anggaran ini akan berjalan di tahun 2013 – 2015.
Rencananya, Flyover Gaplek akan membentang dari sisi timur ke barat atau ruas Ciputat – Parung sepanjang 700meter. Dengan titik naik di sekitar perumahan Vila Inti Persada dan titik turun di sekitar Cipayung. Tapi jika melihat rencana tol Jagorawi – Serpong yang akan melintas di atas jalur pipa gas (sekitar pool bis Kramat Jati), maka kemungkinan besar titik naiknya akan bergeser agak ke barat atau di sekitar Gedung Kharisma (pool Blue Bird). Selain flyover, di Gaplek juga akan dibuatkan putaran balik di bawah flyover. Untuk itu beberapa lahan di sekitar perempatan akan dibebaskan.

Kabar baik lainnya adalah, Pemkot Tangerang Selatan akan membuat sebuah pintu tol yang mengakses langsung flyover ini sehingga arus keluar-masuk tol warga Bojongsari, Pamulang, Cipuatat dan Pondok Cabe cukup melalui Gaplek.
Semoga kehadiran flyover Gaplek dapat menjadi solusi bagi kemacetan yang sering terjadi di Gaplek(ir/wp).
gambar dari: kabarTangsel.com



Jalur Lebak Bulus Parung Semakin Ramai
29 Juli 2008, 6:19 pm
Filed under: Rumah | Tag: , , ,

Ruas jalan dari Lebak Bulus – Parung bakal semakin ramai. Setelah grup Pikko berencana membangun apartemen murah di daerah Lebak Bulus, berikutnya group Artha Graha melalui Artha Graha Peduli tengah membangun rumah susun sederhana milik (rusunami) di daerah Pondok Cabe. Harga jual yang ditawarkan adalah 87 – 144 juta.

Lebak Lestari GardenGroup Pikko melalui anak usahanya PT. Kuperin berencana membangun 3 menara 24 lantai apartemen bersubsidi di daerah Lebak Bulus. Proyek bernama Lebak Lestari Garden ini akan menempati lahan 1,5 HA dengan jumlah total mencapai 3000 unit. Proyek ini diperkirakan akan rampung Juni 2010. Group Pkko juga adalah pengembang apartemen mewah Hampton’s Park di Pondok Indah.

Di Pondok Cabe Danayasa Arthatama Group melalui PT. Sinar Mulya Raya juga berencana membangun apartemen bersubsidi . Proyek bernama Artha Mulya Residence akan menempati lahan seluas 2,7 HA di Cinangka. Rencananya akan dibangun 8 menara rusunami 12 lantai. Danayasa Arthatama Group adalah afiliasi dari Grup Artha Graha melalui Artha Graha Peduli.

Permasalahan yang pasti timbul adalah dampak kemacetan yang terjadi. Jika selama ini jalur Cireundeu dikenal sering macet maka akan lebih sering macet. Apalagi pintu keluar apartemen Lebak Lestari Garden akan berada tepat di pertigaan jalan Adhiyaksa adalah akses kendaraan dari arah Pondok Cabe ke Pondok Indah. Sedangkan akses masuk ke apartemen Artha Mulya melalui jalan Abdul Wahab atau pertigaan Cinangka juga sudah sering macet akibat angkot yang tidak tertib. Kemacetan akan semakin bertambah dengan rencana pengembangan bandara Pondok Cabe .(ir/wp)



Jalur Kendaraan Taman Serua
30 Mei 2008, 10:57 pm
Filed under: Layanan Umum | Tag: , , , , , , ,

Pertanyaan yang selalu muncul ketika baru mendengar nama suatu perumahan adalah, bagaimana akses kendaraan kesana? Apakah angkutan umum tersedia dari pagi hingga malam? Apakah ada jalur alternatif untuk kendaraan pribadi.

Perumahan Taman Serua dapat di akses dari Jalan Raya Parung lalu berbelok ke Jalan Raya Serua. Atau dapat juga melalui Pamulang masuk ke jalan Suryakencana melewati Reni Jaya dan Pamulang Elok. Lalu bagaimana jalur kendaraan ke Jakarta?

Kendaraan Umum
Dari Taman Serua dapat menggunakan ojek untuk menjangkau jalur angkutan umum/angkutan kota (angkot) terdekat. Angkot dapat dijumpai di pertigaan Serua atau di Reni Jaya. Di pertigaan serua ada angkot biru trayek Ciputat – Parung, atau ada juga jurusan Lebak Bulus – Parung. Sedangkan jika dari Reni jaya dapat menggunakan angkot putih jurusan Ciputat – Reni. Dapat pula menggunakan angkot putih jurusan Pamulang – Lebak Bulus.

Dari Ciputat tersedia bis Bianglala jurusan Ciputat – Gajah Mada(kota), bis Bianglala jurusan Ciputat – Pasar Senen, Koantas Bima 510 warna kuning jurusan Ciputat – Rambutan, Kowan Bisata 512 warna abu abu jurusan Ciputat – Pulo Gadung.

Dari Lebak Bulus tersedia lebih banyak lagi kendaraan umum dengan berbagai tujuan. Misalnya kopaja P20 (Lebak Bulus – Kuningan – Senen), kopaja 615 (Lebak Bulus – Prapanca – Blok M – Slipi), kopaja 86 (Lebah Bulus – Pondok Indah – Slipi – Grogol – Kota).

Jika rencana busway koridor IX sudah berjalan, akan ada alternatif kendaraan umum. Rencananya, koridor yang akan beroperasi Juni 2008 ini akan melalui Lebak Bulus – Pondok Indah – Kebayoran Lama – Arteri – Permata Hijau – Pos Pangumben – Kelapa Dua – Meruya – Kebun Jeruk – Kedoya – Daan Mogot – Grogol – Tomang – Harmoni.

Kendaraan Pribadi
Jika menggunakan kendaraan sendiri, secara garis besar dapat melalui jalur Lebak Bulus – Fatmawati – Blok M atau Lebak Bulus – Pondok Indah – Blok M.

Dari Taman Serua melalui pertigaan Serua lalu belok kiri ke arah Gaplek. Di perempatan Gaplek bisa berbelok kanan melalui Pondok Cabe – Cireundeu sampai ke Lebak Bulus. Atau jika bosan dengan kemacetan sepanjang jalan Pondok Cabe – Cireundeu, anda bisa lurus melalui Pasar Ciputat sampai ke Pasar Jumat – Lebak Bulus. Dulu pasar Ciputat dikenal sangat macet oleh angkot, tapi dengan pembangunan flyover yang rencananya beroperasi Agustus 2008 kemacetan di pasar Ciputat dapat dihindari.

Dari Lebak Bulus dapat mengambil jalur Fatmawati – Blok M – Sudirman – Thamrin. Atau jika berkantor di kuningan dapat melalui Fatmawati – Blok M – Santa/Blok S – Mampang – Gatot Subroto – Kuningan.

Selain melalui Fatmawati yang sering penuh dengan kopaja dan metro mini dapat melalui Pondok Indah – Radio Dalam – Blok M. Dari Blok M bisa dilanjutkan ke Sudirman – Thamrin atau ke Santa/Blok S – Mampang – Gatot Subroto – Kuningan.

Jika jalan Radio Dalam sedang ramai, biasanya pagi, anda bisa melalui Arteri Pondok Indah – Kebayoran Lama – Pakubuwono. Dari Pakubuwono bisa langsung ke Sudirman – Thamrin atau lurus ke arah Santa/Blok S – Mampang – Gatot Subroto – Kuningan.

Untuk yang berkantor di Kebun Jeruk, Kedoya atau Daan Mogot bisa melalui jalur Pondok ndah – Arteri – Kebayoran Lama – Permata Hijau – Jalan Panjang – Kebun Jeruk – Kedoya – Daan mogot. Atau jika berkantor di daerah Slipi, Tomang, Grogol dapat melewati Arteri – Kebayoran Lama – Permata Hijau – Senayan – Pal Merah – Slipi – Tomang – Grogol.

Jika bermaksud menghindari 3 in 1, bisa melewati Pondok Indah – Arteri – Kebayoran Lama – Permata Hijau – Senayan – Pal Merah – Pejompongan – Karet. Dari Karet bisa lurus untuk ke arah Sudirman, Kuningan. Atau berbelok ke kiri melalui Tanah Abang untuk menembus belakang Thamrin hingga sampai Harmoni.(ir/wp)



Bandara (Internasional) Pondok Cabe
19 Mei 2008, 6:00 pm
Filed under: Layanan Umum | Tag: , ,

Bandara udara Pondok Cabe yang selama menjadi pangkalan militer dan latih tiba tiba menjadi bahan perbincangan media. Pada akhir April 2008, beberapa media menulis tentang rencana komerisialisasi bandara itu. Setidaknya berita ini muncul di Kompas, Tempo Interaktif (berita yang lain), Suara Pembaharuan, Bisnis Indonesia.

Selama ini bandara Pondok Cabe hanya menjadi pangkalan Skuadron 21/Sena Dinas Penerbangan Angkatan Darat (dispenerbad), dan Dinas Polisi Air dan Udara (polairut). Lahan yang dimiliki oleh Pertamina ini juga menjadi bengkel perawatan bagi pesawat dari perusahaan Pelita Air Service. Para penghobi olahraga dirgantara juga berlatih disini setiap akhir pekan.

Menurut Laksamana Sukardi, partner Aviation Agencies Australia di Indonesia yang juga pernah menjadi Direktur di Pelita Air, kelak Pondok Cabe akan seperti Senai International Airport di Malaysia. Sebagai perbandingan, landas pacu (runaway) yang ada di Pondok Cabe saat ini adalah 2300m sedangkan landas pacu di Senai mencapai 3350m. Lahan yang saat ini digunakan bandara hanya 116ha, bandingkan dengan Juanda yang luasnya mencapai 396ha atau sepersepuluh luas kecamatan Ciputat.

Jika rencana itu benar benar berjalan, maka akses dari dan ke Pondok Cabe harus menjadi perhatian utama. Jalan raya Cireundeu yang membentang dari Lebak Bulus hingga bandara saat ini hanya dapat dilalui 3 lajur kendaraan. Kemacetan yang terjadi setiap hari di ruas ini harus segera dicari solusinya. Banyaknya pertigaan yang ada di sepanjang jalur menjadi penyebab kemacetan setiap pagi dan sore hari.

Genangan air yang selalu muncul setiap kali hujan usai juga menjadi kendala. Titik titik genangan di depan toko serba ada Aneka Buana, pertigaan jalan Tarumanegara, depan TK Al Fath Cireundeu. Genangan ini terjadi karena sumbatan pada selokan air.

Pelebaran jalan sepertinya tidak mungkin, karena kanan-kiri jalan sudah penuh oleh ruang usaha. Sehingga akses yang mungkin hanyalah melalui pasar Ciputat yang akan segera beroperasi. Selain melalui Ciputat, akses tol melalui ruas Jagorawi – Cinere – Cinangka – Serpong (dalam pengembangan).

Beberapa perumahan yang berada di sekitar bandara dan akan merasakan langsung dampak pengembangan bandara antara lain Bukit Cireundeu, Pondok Payung Mas, Nerada, Vila Pondok Cabe, Pondok Cabe Indah. Lalu di sisi sebelah timur bandara ada perumahan Taman Geria Muliatama, Vila Bukit Raya, Bukit Moderen, Wismamas Pondok Cabe dan Grand Residence Pondok Cabe. Jika sekarang kabut pagi masih sering turun di Pondok Cabe, maka akan berubah menjadi asap dan deru mesin jet.

Proyek pengembangan bandara ini di danai oleh Aviation Agencies Australia (AAA) dengan model BOT(build operate transfer). Dengan model ini, AAA akan membangun dan mengembangkan bandara lalu mengoperasikan bandara selama 30-50th. Setelah masa kontrak selesai, bandara akan diserahkan kembali kepada pengelola awalnya. Departemen Perhubungan masih belum memberi keputusan dan masih terus mengkaji usulan peningkatan status bandara ini(ir/wp).